Teguran Gempa Padang 30 Sept 2009
Gempa yang terjadi tepat di sore hari Rabu, 30 September 2009. Waktu terjadinya gempa pertama jam 17:16 WIB dengan kekuatan lumayan hebat sebesar 7,6 SR (Skala Ritcher) pada kedalaman 71 KM, dengan episentrum 0.84 LS dan 99.65 BT atau tepatnya 57 KM sebelah Barat Daya Pariaman. Gempa kedua (susulan) dengan kekuatan 6.2 SR tepat pada jam 17:38 WIB dengan lokasi 22 KM Barat Daya Pariaman, Episentrum gempa pada koordinat 0.72 LS dan 99.94 BT dengan kedalaman 110 KM di bawah laut.
Jika kita lihat waktu terjadinya gempa pertama (jam 17:16 WIB) dan gempa susulan (jam 17:38 WIB). Dan Jika kita menyamakan / mengaitkan Jam terjadinya gempa tersebut dengan dengan Firman Allah SWT pada Al-Qur'an Surat ke 17 (Surat Al-Isra).
Kita bahas satu persatu dengan detail:
1. Gempa Pertama jam 17:16 WIB, Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 16:
Artinya:
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu,maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (Hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).
2. Gempa Susulan (jam 17:38 WIB), Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 38:
Artinya:
"Semua itu (Keterangan) kejahatannya sangat dibenci disisi Tuhanmu".
Keterangan:
Semua larangan yang disebut pada ayat 22, 23, 26, 29, 31, 32, 33, 34, 36 dan 37 pada Surat Al-Isra.
Dan jika kita lihat larangan - larangan satu persatu dengan detail:
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 22:
Artinya:
Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain disamping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 23:
Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua - duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 26:
Artinya:
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 26:
Artinya:
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 31:
Artinya:
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 32:
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati Zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 33:
Artinya:
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 34:
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggung jawabnya.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 36:
Artinya:
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 37:
Artinya:
Dan jangan engkau berjalan di bumi dengan sombong, karena sesuangguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung
Semoga teguran ini menjadikan kita untuk bertobat dan kembali kejalan Allah dan berkoreksi diri. Dan lebih Sujud dan Ibadah hanya karena Allah SWT. Ar-Rahman, Ar-Rohim, Robball Alamin.

Saturday, October 10, 2009

Sunat sholat

Sunat sholat.
Sunat dalam pelaksanakan sholat ada 2 macam:
1. Sunat Ab'ad (Sunat yang jika tertinggal atau terlupakan disunahkan menggantinya dengan sujud sahwi).
2. Sunat Hai'at (Sunat yang jika ditinggalkan atau terlupakan tak perlu diganti dengan sujud sahwi dan tak perlu diulangi).

Yang termasuk sunat Ab'ad adalah:
- Membaca tasyahud awal setelah sujud kedua dari rakaat kedua, sebelum berdiri untuk mengerjakan rakaat ketiga.
- Membaca shalawat kepada nabi pada tasyahud awal.
- Membaca shalawat kepada keluarga nabi pada tasyahud akhir.
- Membaca doa kunut pada shalat subuh, yaitu pada rakaat kedua setelah ruku (pada saat i'tidal) dan pada shalawat witir bulan ramadhan yang dibaca mulai dari pertengahan sampai akhir Ramadhan.




Yang termasuk sunat Hai'at adalah:
- Mengangkat kedua telapak tangan ketika takbiratul ihram, hendak ruku, dan berdiri dari tasyahud awal. Caranya kedua telapak tangan diangkat setinggi bahu, dalam keadaan terbuka rapat dan dihadapkan kearah kiblat, sehingga ujung jari - jari sejajar dengan telinga.
- Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri pada saat kedua tangan diletakkan di atas pusar dibawah dada.
- Memandang ke tempat sujud.
- Membaca do'a iftitah
- Membaca Isti'adzah (membaca "A'UUDZU BILLAAHI MINASY - SYAITHAANIR RAJIM") sebelum membaca surat Al-fatihah dan surat lainya.
- Membaca "AAMIIN" (terimalah doa kami) setelah membaca Al-fatihah.
- Mengeraskan bacaan (jahar) pada tempatnya dan mempertahankannya (sir) pada tempatnya pula.
Tempat mengeraskan bacaan adalah dua rakaat pertama sholat magrib, sholat isya, subuh shalat, sholat jum'at, sholat hari raya, sholat witir dan tarawih pada bulan ramadhan. jika sholat - sholat tersebut dilakukan dengan berjamaah, maka yang sunat mengeraskan bacaan hanyalah imamnya. bacaan yang di baca dengan keras itu adalah al-fatihah dan surat - surat lainnya sedangkan tempat memperlahankan bacaan adalah selain dari yang telah disebutkan diatas.
- Membaca satu surah atau beberapa ayat sesudah al-fatihah pada saat subuh dan dua rakaat pertama sholat lainnya.
- Mengucapkan Takbir (Allahu akbar) ketika akan ruku, sujud, bangkit dari sujud, dan berdiri dari dua sujud. Takbir ini disebut dengan "Takbir Intiqal", yaitu takbir perpindahan dari satu rukun yang rukun yang lainnya.
- Mengucapkan "SAMI ALLAHU LIMAN HAMIDAH ketika bangun dari ruku. Dan mengucapkan: RABBANA LAKAL HAMDU..." Pada saat berdiri tegak.
- Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud.
- Meletakkan dua tangan diatas kedua paha pada duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir. Tangan kiri terbuka dengan jari jari rapat dan ujung jari jari sejajar dengan lutut. Sedangkan tangan kanan menggenggam kecuali telunjuk.
- Membaca tasbih pada ruku dan sujud.
- Mengucapkan salam kedua (ke kiri).
- Menoleh kekanan dan kekiri saat mengucapkan salampertama dan kedua.
- Duduk Istirahat, yaitu diam sebentar setelah sujud kedua setelah berdiri.
- Duduk Iftirasy pada duduk istirahat diantara dua sujud dan duduk tasyahud awal.
Duduk iftirasy adalah duduk diatas mata kaki kiri menegakkan telapak kaki kanan dan pantat menempel ke bumi.
- Khusyu yaitu diamnya seluruh anggota dan hadirnya hati (hati tidak ingat akan hal - hal yang diluar sholat).
- Menghayati bacaan yang di baca (Tadabur).
- Lebih memperpanjang rakaat pertama dari pada rakaat kedua.

Read More......

Rukun shalat

Rukun shalat:
1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu.
Bagi orang yang tidak mampu berdiri, boleh sholat sambil duduk (lebih diutamakan duduk iftitasy, yaitu duduk ketika duduk tasyahud awal dan duduk diantara dua sujud. Jika duduk tidak mampu juga boleh berbaring, bila tidak mampu juga boleh terlentang. Bila terlentang juga tidak mampu, boleh sholat semampunya walaupun hanya dengan isyarat, karena Allah tidak membebani suatu pekerjaan yang tidak dapat dilakukan manusia. Yang penting jangan meninggalkan shalat.
3. Takbiratul Ihram.
Adalah Takbir pembuka seluruh pekerjaan sholat, karena sejak melakukan takbir ini, seseorang diharamkan melakukan perbuatan lain selain sholat. Lafadz Takbiratul Ihram adalah:
ALLAAHU AKBAR
Artinya: Allah Maha Besar.
Lafadz ini tidak boleh diganti dengan lafadz lain, walaupun yang dimaksud tetap Allah, misalnya dengan sifat Allah, "ARRAHMAANUR AKBAR", maka tidak sah.




4. Membaca surah Al-Fatihah pada setiap raka'at.
Bacaan surah Al-Fatihah ini tidak boleh salah, baik kalimat, Mahraj (Penyebutan Huruf), maupun tajwidnya (hukum - hukum bacaan). Jika salah, maka bacaannya tidak sah, dan shalatnya pun tidak sah. Oleh karena itu mempelajari surat Al-fatihah hukumnya wajib bagi setiap orang islam yang sudah mukalaf, sampai hafal dan benar makhrajnya serta hukum - hukum bacaannya. Akan tetapi bagi orang yang baru belajar shalat, jika belum dapat membaca Al-fatihah secara sempurna, boleh membacanya sekedar yang telah ia peroleh, walaupun hanya satu ayat. Jika ia tidak mampu membacanya sama sekali, maka boleh berdiri saja selama bacaan Al-fatihah.
5. Ruku disertai thuma'ninah.
Ruku yaitu meratakan punggung dan leher bagaikan sebuah papan yang membentuk sudut 90derajat (siku-siku) dengan menegakan baris betis, dan kedua telapak tangan memegang kedua lutut.
Thuma'ninah artinya diam (tidak bergeraknya anggota tubuh) sejenak selama bacaan:

SUBHANALAH
Artinya "Maha suci Allah".
6. I'tidal disertai thuma'ninah.
I'tidal adalah bangun dari ruku. kembali seperti posisi semula (berdiri tegak).
7. Sujud 2 kali dalam setiap rakaat disertai thuma'ninah.
Sujud adalah meletakkan kedua lutut, kedua tangan, dahi dan hidung diatas sajadah (atau yang lainnya), sedangkan telapak kaki didirikan diatas perut jari - jari kaki.
8. Duduk diantara dua sujud disertai thuma'ninah. Cara duduknya adalah duduk iftirasy.
9. Duduk pada tasyahud akhir.
10. Membaca tasyahud akhir.
11. Membaca shalawat kepada nabi setelah membaca tasyahud akhir.
12. Memberi salam yang pertama (ke kanan)
13. Tertib, yaitu dilakukan sesuai dengan urutannya (1-12).

Read More......

Syarat Sah Sholat

Syarat Sah Sholat :
1. Sucinya badan dari hadast besar da hadast kecil.
2. Sucinya badan, pakaian, tempat sholat dari najist.
3. Menutup aurat dengan menggunakan kain atau sesuatu yang dapat menutupi warna kulit (bukan bahan kain yang transparan / tembus pandang)
Batas Aurat Laki - laki:
Sesuatu yang ada di antara pusar dan lutut.
Batas Aurat Wanita:
Seluruh tubuhnya selain muka dan telapak tangan.
4. Menghadap kiblat / Ka'bah dengan dada
5. Telah masuk waktu.
6. Mengetahui cara pelaksanaannya.




Read More......

Syarat wajib sholat

Syarat wajib sholat :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Suci dari Haid dan Nifas
5. Telah sampai dakwah (perintah nabi Muhammad S.A.W) keradanya.
6. Indera penglihatan dan pendengarannya normal (tidak buta dan tidak tuli secara bersamaan / Anak yang sejak lahir dalam keadaan buta dan tuli tidak terkena tuntutan hukum).




Read More......

Sunday, October 4, 2009

Teguran Gempa Padang 30 Sept 2009.

Gempa yang terjadi tepat di sore hari Rabu, 30 September 2009. Waktu terjadinya gempa pertama jam 17:16 WIB dengan kekuatan lumayan hebat sebesar 7,6 SR (Skala Ritcher) pada kedalaman 71 KM, dengan episentrum 0.84 LS dan 99.65 BT atau tepatnya 57 KM sebelah Barat Daya Pariaman.
Gempa kedua (susulan) dengan kekuatan 6.2 SR tepat pada jam 17:38 WIB dengan lokasi 22 KM Barat Daya Pariaman, Episentrum gempa pada koordinat 0.72 LS dan 99.94 BT dengan kedalaman 110 KM di bawah laut.

Jika kita lihat waktu terjadinya gempa pertama (jam 17:16 WIB) dan gempa susulan (jam 17:38 WIB). Dan Jika kita menyamakan / mengaitkan Jam terjadinya gempa tersebut dengan dengan Firman Allah SWT pada Al-Qur'an Surat ke 17 (Surat Al-Isra).

Kita bahas satu persatu dengan detail:
1. Gempa Pertama jam 17:16 WIB, Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 16:
Artinya:
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar mentaati allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu,maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (Hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).

2. Gempa Susulan (jam 17:38 WIB), Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 38:
Artinya:
"Semua itu (Keterangan) kejahatannya sangat dibenci disisi Tuhanmu".

Keterangan:
Semua larangan yang disebut pada ayat 22, 23, 26, 29, 31, 32, 33, 34, 36 dan 37 pada Surat Al-Isra.



Dan jika kita lihat larangan - larangan satu persatu dengan detail:
Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 22:
Artinya:
Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain disamping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 23:
Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua - duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 26:
Artinya:
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 26:
Artinya:
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 31:
Artinya:
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 32:
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati Zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 33:
Artinya:
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 34:
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggung jawabnya.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 36:
Artinya:
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.

Surat ke 17 (Surat Al-Isra) ayat 37:
Artinya:
Dan jangan engkau berjalan di bumi dengan sombong, karena sesuangguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung

Semoga teguran ini menjadikan kita untuk bertobat dan kembali kejalan Allah dan berkoreksi diri. Dan lebih Sujud dan Ibadah hanya karena Allah SWT. Ar-Rahman, Ar-Rohim, Robball Alamin.

Read More......
 
© free template by Blogspot tutorial